Main Cast : Kwon Yuri (SNSD), Choi Min Ho (SHINee), & Jessica
Jung (SNSD)|Support Cast : EXO, Im Yoon Ah (SNSD), Krystal Jung (f(x)), Taemin
(SHINee), Yuri’s Parent|Genre : Friendly, Find it By Yourself|Duration : One
Shot|Tittle : My Enemy is Kind|Author : Nurlaila Tussaadah
Summary :
Yuri adalah salah satu EXOTIC dikelasnya. Tetapi, dikelasnya itu ada juga seorang TOXIC yang menjadi musuh bebuyutan Yuri karena telah membuat masalah dengan Yuri. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Akankah musuh ini berbaikan lagi?
Author Note : Annyeong! *tebar kemenyan* Ini adalah FF kedua yang author
buat. Semoga aja kalian suka yah. Soalnya, FF ini jauh banget dari
kesempurnaan. So, di maklumi aja yah! Namanya juga pemula... cap cus... Happy
Reading ^^ oh iya, BTW, klw mau copas sertakan sumberx! no plagiat!
Tapi ada juga yang Toxic, salah
satunya Min Ho. Toxic itu merupakan sebutan bagi para anti fans EXO. Min
Ho sangat membenci EXO dan Exotic, tapi Yuri tidak tahu dan tidak mau tahu apa
alasan Min Ho membenci EXO.
Mendengar tawa Yuri dan Jessica, Min Ho mendekat lalu mengambil poster milik
Jessica. Katanya, “EXO?” Lalu membantingnya di lantai.
Min Ho menghampiri mereka lagi. “Ck… kalian ini, tanda tangan saja di
banggakan!” Min Ho mengambil poster Yuri yang sudah bertanda tangan itu lalu
menyobek-nyobek hingga potongan kecil.
“Ehm… Yuri. Ini sebagai tanda permintaan maafku untuk kamu. Mianhae… Maukah
kamu memaafkanku?” –Min Ho
“Iya Min Ho. Maafin aku juga sudah berprasangka buruk sama kamu.” -Yuri
My Enemy is Kind
Hari-hari Yuri selalu dilalui dengan baik dan ceria. Namun ia teringat saat
dia kelas 11 SMA dulu. Kini Yuri telah duduk di kelas 12 dan kakaknya, Yoona
sudah menjadi mahasiswa baru di fakultas kedokteran. Cerita Yuri ini sangat
indah dan sangat sukar untuk dilupakan.
Suatu pagi, hari ini Yuri akan masuk sebagai anak kelas 11 pertama kalinya. Yuri
sudah bangun pagi-pagi sebelum dibangunkan ibunya. Bangun tidur dia berdoa lalu
menyiapkan seragam, sepatu, kaos kaki, dasi dan topinya. Cepat-cepat dia masuk
ke kamar mandi untuk mandi pagi. Lalu dia mulai menghabiskan sarapannya.
“Aigoo… Yuri, Pelan-pelan saja! Jangan terburu-buru seperti itu!” Kata Yoona yang
baru bangun tidur. Yoona masuk siang, maka dari itu dia bangun siang.
“Iya... jangan terburu-buru begitu! Nanti kamu tersedak!” Tambah ayahnya.
“ne appa. Arasseo!” Setelah selesai makan Yuri mengambil tasnya dan berangkat.
Tak lupa dia berpamitan pada ayah, ibu, dan kakaknya. Katanya, “Yuri berangkat
ya Eomma, Appa, Eonnie!”
Perjalanan ke sekolah tidak jauh. Hanya berjalan 15 menit Yuri sudah sampai
gerbang sekolah. Apalagi kalau naik sepeda. Dulu Yuri kalau berangkat sekolah
pasti bersama Krystal. Tapi sejak Krystal pindah
ke Jepang, Yuri berangkat ke sekolah sendiri.
Yuri adalah seorang Exotic. Exotic adalah nama sebutan fans dari Boy Band EXO. Kata Yuri EXO itu selain
berbakat member-membernya juga tampan dan keren. Di kelas Yuri hampir semua Exotic
termasuk Jessica, teman sebangku Yuri. Tapi ada juga yang Toxic, salah satunya Min
Ho. Toxic itu merupakan sebutan bagi para anti fans EXO. Min Ho sangat membenci
EXO dan Exotic, tapi Yuri tidak tahu dan tidak mau tahu apa alasan Min Ho
membenci EXO.
Tak lama, Yuri sampai di gerbang sekolahnya. Yuri
langsung masuk ke kelas. Dia masih satu kelas dengan Min Ho. Yuri meletakkan
tasnya di bangku nomor 2 deretan 1. Karena Jessica duduk di situ dan dekat
jendela. Sedangkan Min Ho duduk di bangku nomor 2 deretan ke 4. Di sebelah Taemin
dekat tembok.
Setelah upacara bendera, bu guru mengabsen
semua muridnya satu persatu. Di kelas Yuri ada 2 anak yang tinggal kelas dan 3
anak yang pindah termasuk Krystal. Tahun ini kelas Yuri tidak mendapat murid
baru. Tapi teman yang ini saja sudah cukup menurut Yuri.
“Kwon Yuri?” Bu guru mengabsen.
“Hadir Bu!” Jawab Yuri
“Jessica Jung?”
“Hadir Bu!” Jawab Jessica.
“Choi Min Ho?”
Min Ho menjawab dengan tenang. “Hadir”
“Ck… dia benar-benar berlagak keren!” Yuri berbisik pada Jessica. Jessica
mengangguk setuju.
Jam istirahat pun tiba. Anak-anak pergi ke kantin untuk jajan. Jessica dan Yuri
tinggal di kelas. Jessica mengeluarkan Album EXO terbaru miliknya yang dia beli
sewaktu liburan kemarin. Jessica juga mengeluarkan poster yang berisikan tanda
tangan member EXO miliknya.
“Wah..Daebak! Aku juga mau.” Kata Yuri.
“Kamu beli saja! ” Usul Jessica. “Di officialnya. Masih tersedia banyak”
sambungnya.
“Tapi sama siapa? Tidak ada yang bisa mengantarku ke sana.” Yuri kecewa.
“emm…” Jessica berfikir. Min Ho masuk dan duduk di tempatnya. “Bagaimana kalau
sama Min Ho?”
“Mwo? Min Ho? Mending aku tidak membelinya!” Yuri dan Jessica tertawa kecil.
Mendengar tawa Yuri dan Jessica, Min Ho mendekat lalu mengambil poster milik
Jessica. Katanya, “EXO?” Lalu membantingnya di lantai.
Jessica mengambil posternya lalu keluar. Yuri membawa Album EXO milik
Jessica dan mengikuti Jessica. Yuri kembali di depan Min Ho. Dia marah besar
dengan Min Ho tapi Min Ho hanya memasang wajah biasa saja seakan-akan tidak
terjadi apa-apa.
Hari kedua Yuri di kelas 11. Min Ho belum meminta maaf. Kata Jessica menunggu
Min Ho minta maaf sama kayak menunggu hujan salju di gurun. Tidak akan terjadi!
Tahu kenapa? Karena Min Ho bukan tipe anak yang bisa minta maaf dan bisa
menyesali semua perbuatan salahnya. Maka dari itu jangan berharap Min Ho mau
minta maaf.
Pulang sekolah! Yuri pasti nomer satu yang sampai di rumah. Bagaimana tidak?
Ibunya yang Direktur Hotel Berbintang 5 itu pasti pulang malam. Ayahnya yang Presdir
di tempat yang sama dengan ibunya bekerja juga pulang malam. Kakaknya Yoona
juga pulang sore. Tapi kali ini ada yang berbeda. Sampai di rumah ternyata Yoona
sudah pulang dahulu.
“kenapa Eonnie sudah di rumah?” Yuri penasaran.
“Oh… hari ini saem yang mengajar di jam terakhir tidak datang!” Jawab Yoona.
“Eonnie, Temani aku nonton konser EXO yah?”
“Kamu masih suka sama EXO?”Yuri mengangguk. “Arasseo… Otte?”
“Besok Jam 3 sore. Aku sudah pesan 2 tiket VIP. Harusnya untuk Jessica. Tapi Jessica
malah ke rumah sakit. Karena adiknya sakit demam.”
Keesokan harinya. Yuri pulang pukul 11.00. Sedangkan kakaknya pukul 11.30.
Setengah jam kemudian mereka berangkat ke lokasi konser EXO. Mereka mengantri
di lobi penukaran tiket. Tak lupa Yuri membeli Album EXO yang sudah di beli
Jessica serta kaos dan pernak-pernik EXO yang berhadiah poster.
Di studio konser para Exotic menjerit histeris ketika EXO muncul. Semua terlihat sangat keren. Hp Yuri
bergetar terus menerus. Ketika dilihat ternyata Min Ho menelponnya. Tapi dia
mengabaikannya.
Setelah konser saatnya tanda tangan dan foto bersama khusus pembeli tiket
VIP. Setelah mengantri Yuri akhirnya mendapatkan tanda tangan semua personil.
Dia juga berfoto bersama mereka. Rasanya gugup bertemu langsung dengan mereka.
Yuri yang merupakan fans dari Park Chanyeol pun merasa senang Karena dapat
berfoto dengan idolanya itu.
Paginya di sekolah. Yuri menunjukan tanda tangan personil EXO kepada Jessica.
Jessica juga ingin mendapat tanda tangan mereka. Tapi apa daya. Adik Jessica
lebih penting daripada EXO.
Min Ho menghampiri mereka lagi. “Ck… kalian ini, tanda tangan saja di
banggakan!” Min Ho mengambil poster Yuri yang sudah bertanda tangan itu lalu
menyobek-nyobek hingga potongan kecil.
“Min Ho kamu itu kenapa sih? GA!” Yuri yang marah besar mengambil
potongan-potongan kertas itu sambil menangis.
Hari demi hari berlalu. Tapi kejadian itu masih membekas di benak Yuri. Min
Ho juga tak mau minta maaf. Jessica hanya bisa menjadi penengah di antara
mereka. Tapi masih saja gagal. Mata Yuri masih besar. Mungkin dia masih
menangisi posternya yang di robek Min Ho.
“Sudahlah Yuri. Itu kan Masih bisa dibeli lagi. Percaya sama eonnie!” Yoona merayu.
“Iya Yuri. Benar yang dikatakan Yoona eonnie. Lagipula masih banyak kesempatan
untuk melihat konser EXO. Pasti kamu bisa dapat tanda tangannya!”
“Shiro… pokoknya aku mau yang itu!” Yuri semakin marah. Ia masuk ke kamar dan
mengunci pintu.
“Jessica, Memang siapa yang merobek poster itu?” Tanya Ibu Yuri.
“Teman kami, Bu. Namanya Min Ho. Dia tidak suka dengan EXO”
“Sudahlah. Kita jangan terlalu memanjakan anak itu.” Sahut Ayah Yuri.
Pada hari Minggu. Saat Yuri sedang bermain dengan Jessica tiba-tiba Min Ho
menelpon Jessica. Yuri tidak mengetahui hal itu. Tapi ia di minta Jessica untuk
pulang. Ketika sampai di halaman Yuri harus menutup mata.
“Yak… wae geure?”
“Sudahlah... tutup saja matamu!”
Jessica membuka pintu dan Yuri masuk bersamanya.
Terdengar suara 12 orang bernyanyi. “geomjeong gurimja nae ane kkae eona,
neol bon eun du nune bul kkochi nuntteo geu nyeo gyeteseo moduda mulleona ijen
jogum shig sana wojinda… na eureureong, eureureong, eureureong dae (3x) mulleo
seoji anheumyeon dachyeodo molla…”
Yuri berteriak lalu membuka mata. Dihadapannya berdiri Chanyeol, Suho,
Baekhyun, Luhan, Kai, D.O, Sehun, Kris, Tao, Lay, Chen, Xiu Min, Min Ho,
Ibunya, Ayahnya dan Kakaknya. Yuri sangat terkejut dengan kejutan ini. Dia
tidak menyangka jika rumah akan kedatangan tamu istimewa. Yuri langsung minta
tanda tangan dan foto bersama.
“chankaman.. Siapa yang ajak kalian datang kemari?” tanya Yuri pada EXO.
“Min Ho” Mereka semua dengan kompak menjawab sambil menunjuk Min Ho.
“Ehm… Yuri. Ini sebagai tanda permintaan maafku untuk kamu. Mianhae… Maukah
kamu memaafkanku?”
“Iya Min Ho. Maafin aku juga sudah berprasangka buruk sama kamu.”
“Tidak masalah. Coba waktu konser teleponku kamu angkat. Pasti kamu punya
kesempatan ketemu EXO lebih lama.” Sahut Min Ho
“Kenapa begitu?” Yuri bingung.
“Yuri Ayahnya Min Ho itu managernya EXO.” Jawab Jessica.
“Jeongmal? Jinjjayo? Ah… aku menyesal!”
Ya, begitulah yang terjadi waktu itu. Kini Yuri, Jessica maupun Min Ho sudah
tidak bermusuhan lagi. Yuri juga sering bertemu EXO di rumah Min Ho. Benar-benar
menyenangkan…
THE END
Wah… gimana ceritanya? Bagus, Gaje, atau gimana? Huft… akhirnya
bisa juga nyelesaiin FF ini.
Gomawo buat para readers maupun silent readers
yang udah nyempatkan baca FF ini. Ingat yah! Kasih like + comentnya! Gomawo...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar